TENUN CANTIK DARI NTT


Indonesia kayak akan budaya nya. Kalimat itu benar.


Minggu kemarin, tepatnya pada tanggal 27 September sampai 1 Oktober 2017, Dewan Kerajinan Nasional (atau biasa disingkat Dekranas) mengadakan acara Pameran Kriyanusa di Jakarta Convention Center. Pameran tersebut membuat kami merasakan seperti sedang mengelilingi Indonesia.

Terdapat banyak booth yang menjual kerajinan tangan dari berbagai daerah, salah satu nya Nusa Tenggara Timur. Dari dulu, aku mengagumi kain tenun asal NTT. Cantik, itu saja alasannya.
Karena kami penasaran dengan proses dibalik pembuatan kain tenun tersebut, kami ingin berbincang dengan pengrajinnya. Setelah sekian panjang kami berbincang, banyak hal yang membuat kami semakin tertarik dengan kain tenun yang berasal dari kabupaten Sabu Raijua. Kabupaten Sabu Raijua adalah daerah terpencil di NTT. Masih banyak orang belum tau daerah sana. Makanan sehari-hari mereka pun jagung. Mereka baru bisa makan nasi, kalau kainnya sudah terjual. Hm...

Bicara soal kain tenun nya, kain tenun tersebut dibuat langsung oleh ibu-ibu di daerah Sabu Raijua. Menenun sudah menjadi sumber mata pencaharian untuk masyarakat di sana. Kain tenun yang biasa digunakan untuk syal memakan waktu 2-3 hari. Sedangkan untuk kain tenun yang berukuran besar bisa memakan waktu sampai 1 tahun. Wah! Oh iya, pewarna tekstilnya pun juga alami. Mereka biasa memanfaatkan daun nila untuk pewarna nya. Sedangkan daun nila hanya tumbuh saat musim hujan. Padahal di sana panas banget! Kalau pun sudah memasuki musim hujan, itu juga hujannya jarang-jarang. Dan mereka hanya memanfaatkan daun nila, tidak ada yang lain. Dari fakta tersebut, aku sangat terkejut. Sedih juga saat mendengarnya. Belum lagi, pemerintah di sana belum mendukung kerajinan tangan yang sangat eksotis itu. Padahal kain tenun tersebut sudah sering di-ekspor ke luar negeri dan London lah yang menjadi negara paling sering membeli kain tenun tersebut. Ckck...






Aku sangat senang bisa ngobrol langsung dengan pengrajinnya. Setelah sekian lama mengagumi kain tenun dari NTT ini, akhirnya aku berhasil membawa pulang syal yang harganya terjangkau banget! Kain yang aku beli ini terbuat dari benang katun. Banyak sekali pilihan warna yang menarik, aku sampai bingung harus beli yang mana. Hahaha.

Cuma 30ribu!
Nah, buat kalian nih yang masih muda. Yuk dukung produk lokal, apa lagi yang handmade. Proses handmade itu membutuhkan waktu yang ngga sebentar. Kalo kalian udah beli, sama aja kalian udah mendukung pengrajin lokal.

Selamat berakhir pekan ya! ^^


Comments

Popular posts from this blog

MILENIAL PUNYA?

Meet New People is Okay