MILENIAL PUNYA?


love my DIY sooooooooo much! Baru kali ini bikin DIY ada cerita dibalik bebikinan itu. Jadi beberapa bulan yang lalu, aku bikin DIY dari disket. Sebenernya bikin DIY ini karena mau ikutan free class yang diadain sama salahsatu majalah yang ada di Indonesia. Waktu itu syarat ikutan free class nya harus bikin sesuatu dari barang bekas. Well, i think kalo cuma storage dari botol is so simple. Lalu, temen aku ngasih tau kalo dia punya disket dan rela ngasih disketnya itu buat aku.
I still don’t know how to create the better one! Setelah melaksanakan daydreaming yang berkepanjangan, akhirnya aku menemukan sebuah ide. Waktu itu, aku mau liburan bareng temen online aku dari SMP. Kita mau jalan-jalan di Jogja. Eaaa. Nah, dari situ aku kepikiran buat bikin album foto karena aku sendiri ngga punya album foto. Karena liburan kali ini bakalan memorable banget, yaudah beneran mau bikin album foto. Dibalik itu, karena disket adalah sebuah barang yang fungsinya menyimpan data dengan kapasitas tidak banyak. Nah, pas banget kan kalo si disket itu nantinya akan menjaga kenangan saat liburan nanti. Hehehehehehehe.

Menurutku, sebuah kenangan harus diabadikan dan disimpan dengan baik. Aku masih suka cara analog yang biasa dilakukan oleh orang jaman dulu. Makanya aku bikin foto album ini. Aku tau era digital memang lebih canggih. Tapi rasanya kurang memorable kalo hanya disimpan di layar kaca.
Jadi gitu, dibalik ceritanya! :D


1. Binding

Untuk binding bukunya dilakukan secara manual. Selama ini, aku belajar 2 jenis binding buku. Ada saddle stitch dan coptic stitch. So far, aku lebih suka pake coptic stitch untuk foto album dari disket ini. Karena coptic stitch pas banget buat buku jenis hard cover.




2. Kertas

Untuk kertasnya, aku pake kertas bernama samson. Kertas samson ini biasa digunakan untuk kertas bungkus nasi yang biasa warteg pake, hehe. Tapi bedanya kalo kertas nasi ada laminasi nya lagi.


3. Pita

Pita ini juga ada arti lainnya. Pita ini bentuknya mengikat. Pita juga mewakilkan benda lain dari tali, namun terkesan sangat manis. Artinya, dari kenangan yang sudah dibuat semoga akan terus terjaga dengan kuat layaknya mengikat tali persaudaraan.


4. Foto

Untuk foto-fotonya, aku print pada kertas art cartoon 260 gsm dengan finishing laminasi glossy. Untuk ukurannya, aku gunakan 6 x 4 cm. Mengatur ukuran fotonya dilakukan di Photoshop ya!


Last but not least. Kenapa judulnya 'milenial punya?' ? Karena belum tentu para milenial punya album foto. Mereka biasa mengunggahnya ke sosial media, bukan dijaga dalam bentuk fisik.

Terimakasih ^^




Comments

Popular posts from this blog

Meet New People is Okay